43 dari 679 Admin PT Lulus Sertifikasi SEVIMA, Apresiasi Pejuang Pendidikan Tinggi

Di balik suksesnya pelaporan akademik dan kelancaran sistem informasi kampus, terdapat sosok yang selama ini bekerja dalam diam, mereka adalah para operator kampus. Demi memastikan kelancaran operasional kampus, mereka harus bertemu dengan sistem yang kompleks, tenggat waktu pelaporan yang ketat, serta perubahan regulasi yang terus berlangsung.

Sayangnya, pekerjaan mereka sering kali kurang mendapat apresiasi. Padahal, mereka harus menghadapi berbagai tantangan dalam pelaporan data akademik, mulai dari sistem lama yang rumit, aturan yang sering berubah, hingga risiko kesalahan data yang bisa berdampak pada akreditasi dan layanan kampus.

Melihat hal tersebut SEVIMA sebagai perusahaan teknologi pendidikan memberikan apresiasi bagi para operator kampus melalui program SEVIMA Certified Administrator 2025. Tercatat dari 679 peserta yang mendaftar sertifikasi dan hanya 43 peserta di antaranya dinyatakan lulus.

“Teknologi sehebat apapun tidak akan berjalan tanpa manusia hebat di baliknya. Karena itulah SEVIMA meluncurkan program SEVIMA Certified Administrator, sebagai bentuk apresiasi kami kepada para personil kampus yang selama ini berperan aktif dalam transformasi digital, namun sering kali bekerja dalam senyap, tanpa sorotan,” kata Sugianto Halim, M.M.T., CEO SEVIMA saat membuka Focus Group Discussion (FGD) SEVIMA Certified Administrator, Jumat (25/7/2025).

Sertifikasi bukan hanya bentuk pengakuan, melainkan bagian dari strategi SEVIMA membangun ekosistem SDM unggul di lingkungan pendidikan tinggi. Mengingat peran administrator pelaporan yang sebelumnya dipandang sekadar teknis, kini menjadi pilar dalam implementasi transformasi digital kampus.

Halim menambahkan, transformasi digital tak cukup hanya dengan mengandalkan sistem digital berbasis Software as a Service (SaaS) seperti SEVIMA, melainkan juga perlu selaras dengan standar nasional dan tata kelola data akademik yang baik.

“Anda bukan sekadar pengguna sistem, para operator adalah bagian dari perubahan besar di dunia pendidikan tinggi. Kontribusi nyata tidak selalu datang dari panggung depan, tetapi justru dari barisan yang konsisten bekerja, meskipun tidak terlihat,” ucap Halim memberikan semangat.

Momentum ini diharapkan dapat mendorong pimpinan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk lebih menghargai peran operator sistem informasi akademik. Serta memperluas kesempatan pelatihan dan sertifikasi agar digitalisasi kampus tak hanya menjadi slogan, tetapi fondasi kuat menuju kampus digital yang unggul dan inklusif.

Tidak hanya dari pulau Jawa, peserta terbaik juga datang dari berbagai daerah, termasuk Sumatera dan Kalimantan. Mereka adalah representasi bahwa semangat membangun kampus digital tidak mengenal batas geografis. SEVIMA berharap, langkah ini menjadi inspirasi bagi kampus lain untuk lebih serius membangun kompetensi SDM di era pendidikan tinggi berbasis teknologi. 

Berikut daftar nama 43 orang yang dinyatakan lulus dalam SEVIMA Certified Administrator tahun 2025:

Rahmad Saputra, S.Kom.,M.M.S.I. Kepala UPT IT Politeknik Aisyiyah Sumatera Barat, menjadi salah satu peserta dengan nilai terbaik dalam program SEVIMA Certified Administrator 2025. Ia  mengaku tak menyangka bisa berada pada pencapaian ini.
“Tidak menyangka bisa sampai di titik ini, menjadi luar biasa buat kita semua dengan adanya sertifikasi ini,” ungkapnya penuh antusias.
Bagi Efi, pengalaman mengikuti sertifikasi ini membuka wawasannya terhadap SEVIMA Platform sekaligus memberikan pemahaman lebih dalam tentang regulasi-regulasi terbaru yang berlaku di dunia pendidikan tinggi. Ia juga mengapresiasi penuh penyelenggaraan program ini yang dinilainya sangat positif. “Bisa berkumpul di kesempatan yang luar biasa ini, disambut dengan baik, itu jadi pengalaman yang sangat berkesan,” tuturnya