Pelatihan Pembuatan Konten Digital Percepat Digitalisasi Desa Cerdas bagi Masyarakat Nagari Singkarak



Nagari Singkarak, sebuah desa yang terletak di Sumatera Barat, baru-baru ini menjadi salah satu desa terpilih untuk mengikuti program pelatihan Desa Cerdas yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes) bekerja sama dengan RTIK Sumatera Barat dan Ruang Komunitas Desa Digital Nagari Singkarak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan digital masyarakat, dengan fokus pada keterampilan pembuatan konten digital yang efektif untuk promosi dan pengembangan potensi daerah.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Singkarak, Rahman, S.Pd. Dalam sambutannya, Rahman mengungkapkan harapannya agar pelatihan ini dapat mempercepat transformasi digital di Nagari Singkarak. “Terpilihnya Nagari Singkarak sebagai Desa Cerdas merupakan langkah awal yang penting dalam mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi tantangan di dunia digital. Saya berharap pelatihan ini dapat memberikan keterampilan baru yang bermanfaat, terutama dalam pembuatan konten digital untuk promosi potensi alam dan budaya Nagari Singkarak,” ujar Bapak Rahman dengan penuh semangat.

Pelatihan ini menghadirkan pemateri ahli di bidang digital, Yendi Putra, S.Kom, M.Kom, MTA, seorang pakar digital yang berpengalaman dalam pembuatan konten kreatif Juga sebagai Ketua RTIK Sumatera Barat. Yendi menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses pembuatan konten digital. “Dengan memanfaatkan teknologi AI, masyarakat dapat menghasilkan konten yang lebih profesional tanpa perlu perangkat yang mahal. AI membantu dalam berbagai hal, mulai dari editing, penulisan otomatis, hingga analisis tren untuk memastikan konten yang dihasilkan relevan dengan audiens,” jelas Yendi.

Selain itu, Yendi didampingi oleh Rahmad Saputra, Sekretaris Relawan TIK Sumatera Barat, yang memberikan wawasan tentang pentingnya etika dalam menggunakan teknologi. Rahmad mengingatkan bahwa banyak konten kreator yang menghadapi masalah hukum karena kurangnya pemahaman mengenai etika digital. “Sebagai kreator konten, kita harus berhati-hati dan memahami aturan serta etika dalam membuat dan menyebarkan konten,” tegas Rahmad.

Antusiasme peserta pelatihan sangat tinggi, dengan kehadiran ibu-ibu dan remaja yang menunjukkan semangat besar dalam belajar. Kegiatan pelatihan ini terbagi menjadi 30% teori dan 70% praktek, sehingga peserta dapat langsung menghasilkan produk digital setelah mengikuti sesi tersebut. Duta Digital, Fajri Febrio, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan fase ketiga yang diselenggarakan oleh Kemendes. “Ini adalah kesempatan luar biasa untuk memanfaatkan peluang ini dengan semaksimal mungkin. Mari kita gali ilmu dari para pemateri yang berasal dari RTIK Sumbar,” ajak Fajri.

Testimoni dari peserta pelatihan sangat positif. Banyak dari mereka yang merasa mendapatkan pengetahuan baru dan sangat antusias untuk mempraktikkan ilmu yang mereka peroleh. “Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena tidak hanya teori, tetapi juga langsung praktek. Saya merasa lebih siap untuk membuat konten digital yang dapat digunakan untuk mempromosikan produk lokal dan potensi wisata Nagari Singkarak,” ungkap salah seorang peserta dengan antusias.

Dengan kegiatan ini, Nagari Singkarak diharapkan dapat semakin memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya Minangkabau kepada dunia luar. Transformasi digital yang terus berkembang diharapkan mampu membawa dampak positif, tidak hanya dalam promosi pariwisata, tetapi juga untuk peningkatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan konten digital yang lebih efektif dan menarik.